Navigational search intent adalah maksud pencarian ketika pengguna ingin menemukan website, brand, halaman, produk, atau layanan tertentu yang sudah mereka ketahui. Alih-alih mengetik alamat website secara langsung, pengguna memanfaatkan mesin pencari untuk menuju tujuan tersebut.
Dalam SEO, navigational intent memiliki karakter yang berbeda dari pencarian informasional. Pengguna biasanya sudah mengetahui ke mana mereka ingin pergi sehingga tugas utama mesin pencari adalah menampilkan halaman yang paling sesuai dengan tujuan tersebut.
Apa Itu Navigational Search Intent?
Navigational search intent terjadi ketika sebuah pencarian digunakan sebagai sarana untuk menemukan lokasi tertentu di internet. Tujuannya dapat berupa homepage sebuah website, halaman login, halaman produk, knowledgebase, profil perusahaan, atau bagian tertentu dari sebuah situs.
Contoh pencarian navigational antara lain:
- Faedah Jaya
- Faedah Jaya SEO
- Google Search Console
- YouTube
- Facebook login
- Knowledgebase Faedah Jaya
Pada contoh tersebut, pengguna umumnya sudah mengenal nama atau tujuan yang dicari. Mesin pencari digunakan untuk membantu menemukan halaman yang ingin dikunjungi dengan lebih cepat.
Ciri-Ciri Navigational Search Intent
Keyword navigational sering kali menyertakan nama yang spesifik. Hal ini membuat intent pencariannya relatif lebih mudah dikenali dibandingkan beberapa jenis search intent lainnya.
Beberapa cirinya antara lain:
- Menyertakan nama brand atau perusahaan.
- Menyertakan nama website atau platform.
- Mencari halaman tertentu dari sebuah website.
- Menggunakan kombinasi brand dengan nama produk atau layanan.
- Menggunakan kata seperti login, kontak, harga, support, atau knowledgebase setelah nama brand.
Meskipun demikian, sebuah keyword yang mengandung nama brand tidak selalu murni navigational. Pengguna juga dapat mencari ulasan, perbandingan, harga, atau informasi lain mengenai brand tersebut. Karena itu, konteks pencarian tetap perlu diperhatikan.
Apa Itu Branded Navigational Keyword?
Branded navigational keyword merupakan keyword navigational yang mengandung nama sebuah brand. Pengguna biasanya telah mengenal brand tersebut dan ingin menemukan website atau halaman resminya.
Misalnya, seseorang yang mencari “Faedah Jaya SEO” kemungkinan ingin menemukan website atau layanan SEO milik Faedah Jaya.
Pencarian seperti ini berbeda dengan keyword non-branded seperti “jasa SEO”, karena pada keyword non-branded pengguna belum menentukan perusahaan tertentu yang ingin dikunjungi.
Bagaimana Google Memahami Navigational Intent?
Mesin pencari mencoba mengidentifikasi tujuan yang paling mungkin berdasarkan kata yang digunakan dan konteks pencarian. Ketika intent sangat jelas, website atau halaman resmi dari brand yang dicari biasanya menjadi kandidat yang paling relevan.
Google juga dapat menampilkan beberapa halaman dari website yang sama apabila dianggap membantu pengguna menuju bagian penting dari situs tersebut. Tampilan seperti sitelink dapat mempermudah pengguna mengakses halaman tertentu tanpa harus membuka homepage terlebih dahulu.
Pembahasan lebih khusus mengenai fitur tersebut tersedia pada artikel Cara Mendapatkan Sitelink dari Google.
Navigational Intent dan SEO Brand
Pencarian navigational memiliki hubungan yang erat dengan brand. Ketika pengguna mencari sebuah perusahaan atau website berdasarkan namanya, hasil pencarian dapat menjadi salah satu titik interaksi pertama sebelum pengguna memasuki website.
Karena itu, beberapa elemen website perlu dikelola secara konsisten, antara lain:
- Nama brand.
- Title halaman.
- Informasi perusahaan.
- Struktur navigasi website.
- Internal link.
- Halaman penting yang dapat diakses dengan jelas.
Konsistensi tersebut membantu pengguna mengenali website dan menemukan halaman yang mereka butuhkan.
Apakah Perlu Menargetkan Keyword Navigational Milik Kompetitor?
Keyword navigational yang secara jelas mengarah pada brand tertentu memiliki tujuan yang sangat spesifik. Pengguna yang mengetik nama kompetitor biasanya sedang mencari kompetitor tersebut, bukan website lain.
Karena itu, membuat halaman hanya untuk mengejar setiap keyword brand kompetitor bukan strategi yang otomatis memberikan nilai. Sebuah halaman sebaiknya memiliki alasan dan manfaat yang jelas bagi pengguna.
Jika memang terdapat kebutuhan perbandingan yang nyata, pembahasannya dapat dibuat sebagai konten komparatif yang objektif. Namun, intent halaman tersebut kemudian lebih dekat dengan pencarian commercial investigation daripada navigational murni.
Perbedaan Navigational dan Informational Intent
Perbedaan utama terletak pada tujuan pengguna. Pada informational intent, pengguna ingin memperoleh jawaban atau mempelajari sesuatu. Pada navigational intent, pengguna sudah memiliki tujuan website atau halaman tertentu yang ingin ditemukan.
Sebagai contoh:
- “apa itu Google Search Console” memiliki kecenderungan informational.
- “Google Search Console” dapat memiliki kecenderungan navigational ketika pengguna ingin membuka platform tersebut.
Contoh ini menunjukkan bahwa perubahan kecil pada konteks keyword dapat menghasilkan kebutuhan pencarian yang berbeda.
Cara Mengoptimalkan Website untuk Navigational Search
Optimasi navigational search bukan sekadar mengulang nama brand sebanyak mungkin. Hal yang lebih penting adalah memastikan identitas website dan struktur halaman dapat dipahami dengan baik.
Beberapa langkah yang dapat diperhatikan meliputi:
- Gunakan nama brand secara konsisten pada website.
- Buat title halaman yang menggambarkan fungsi setiap halaman.
- Pastikan halaman penting mudah ditemukan melalui navigasi.
- Gunakan internal link yang relevan antarhalaman.
- Pastikan halaman penting dapat di-crawl dan di-index jika memang ditujukan untuk pencarian publik.
- Hindari membuat banyak halaman dengan fungsi yang hampir sama.
Tujuannya adalah membantu pengguna mencapai halaman yang mereka cari dengan jalur yang sederhana dan jelas.
Navigational Search Intent dalam Strategi Keyword
Navigational search intent membantu membedakan antara pengguna yang masih mencari informasi dengan pengguna yang sudah mengetahui brand atau website tertentu. Perbedaan ini penting ketika melakukan analisis keyword karena setiap intent membutuhkan jenis halaman yang berbeda.
Keyword navigational juga dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana pengguna mencari sebuah brand beserta produk, layanan, atau halaman yang berkaitan dengannya.
Dengan memahami navigational search intent, pemilik website dapat membangun struktur situs dan identitas brand yang lebih jelas sekaligus membantu pengguna menemukan halaman yang memang ingin mereka kunjungi.