Competitor keyword adalah keyword yang digunakan atau mendapatkan visibilitas organik oleh website kompetitor pada hasil pencarian. Analisis competitor keyword dapat membantu menemukan topik, kebutuhan pengguna, dan peluang pencarian yang mungkin belum dibahas oleh sebuah website.
Dalam SEO, analisis keyword kompetitor bukan berarti menyalin seluruh keyword maupun konten dari website lain. Data kompetitor sebaiknya digunakan sebagai bahan riset untuk memahami pasar pencarian, kemudian disaring berdasarkan relevansi, search intent, kualitas peluang, dan tujuan website sendiri.
Apa Itu Competitor Keyword?
Competitor keyword merupakan keyword atau query yang memiliki hubungan dengan performa pencarian website yang dianggap sebagai kompetitor.
Misalnya, sebuah perusahaan menawarkan jasa SEO. Website lain yang menawarkan layanan serupa dapat memperoleh trafik atau ranking dari keyword seperti:
- jasa SEO
- jasa SEO murah
- audit SEO website
- cara meningkatkan ranking Google
- jasa backlink
Keyword tersebut dapat dianalisis untuk melihat apakah terdapat peluang yang relevan. Namun, tidak semua keyword milik kompetitor harus ditargetkan.
Mengapa Analisis Competitor Keyword Penting?
Analisis competitor keyword dapat memberikan gambaran mengenai topik yang sudah memiliki permintaan pencarian dalam sebuah industri.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- menemukan ide keyword baru
- menemukan topik yang belum dibahas
- memahami pola search intent dalam industri
- menemukan long-tail keyword
- membandingkan cakupan topik
- menemukan peluang content gap
- membantu menentukan prioritas konten
Analisis ini menjadi salah satu sumber data dalam keyword research, bukan pengganti keseluruhan proses riset.
Siapa yang Disebut Kompetitor dalam Keyword Research?
Kompetitor dalam SEO tidak selalu sama dengan kompetitor bisnis.
Kompetitor bisnis adalah perusahaan yang menawarkan produk atau layanan serupa kepada target pasar yang sama.
Kompetitor pencarian adalah website yang bersaing mendapatkan visibilitas untuk keyword yang sama di hasil pencarian.
Misalnya, untuk sebuah keyword informasional tentang SEO, website jasa SEO dapat bersaing di SERP dengan:
- blog SEO
- media teknologi
- website tools SEO
- forum
- website edukasi
Website tersebut mungkin bukan kompetitor bisnis secara langsung, tetapi tetap menjadi kompetitor pada hasil pencarian untuk topik tertentu.
Cara Menentukan Kompetitor SEO
Salah satu cara sederhana adalah melakukan pencarian terhadap beberapa keyword utama yang relevan dengan website.
Perhatikan domain yang berulang kali muncul untuk berbagai keyword tersebut.
Website yang konsisten mendapatkan posisi pada topik yang sama dapat dimasukkan ke daftar kompetitor SEO untuk dianalisis lebih lanjut.
Jangan hanya menggunakan satu keyword karena satu domain dapat menjadi kompetitor pada satu query tetapi tidak pada keseluruhan topik.
Cara Menemukan Competitor Keyword
1. Tentukan Topik Utama Website
Mulailah dengan menentukan bidang utama yang ingin dianalisis.
Untuk website SEO, contohnya dapat berupa:
- jasa SEO
- keyword research
- SEO on-page
- SEO off-page
- technical SEO
- backlink
2. Identifikasi Website Kompetitor
Cari website yang secara konsisten muncul pada hasil pencarian untuk topik tersebut.
Pisahkan kompetitor berdasarkan:
- kompetitor bisnis
- kompetitor organik
- website edukasi
- media atau publisher
Pemisahan ini membantu memahami mengapa sebuah website mendapatkan ranking dan jenis konten apa yang digunakan.
3. Analisis Keyword yang Mendatangkan Visibilitas
Tools SEO dapat digunakan untuk memperkirakan keyword yang menghasilkan ranking atau trafik organik bagi sebuah domain.
Data yang dapat diperhatikan antara lain:
- keyword
- posisi
- search volume
- halaman yang ranking
- search intent
- tingkat persaingan
Data dari tools pihak ketiga merupakan estimasi sehingga sebaiknya digunakan sebagai bahan analisis, bukan dianggap sebagai angka absolut.
4. Cari Keyword yang Belum Dimiliki Website
Bandingkan keyword kompetitor dengan halaman yang sudah tersedia pada website sendiri.
Keyword yang relevan tetapi belum memiliki halaman atau pembahasan yang memadai dapat menjadi kandidat content gap.
Namun, sebelum membuat artikel baru, periksa apakah keyword tersebut memang membutuhkan halaman tersendiri atau dapat dibahas dalam konten yang sudah ada.
5. Analisis Search Intent
Keyword kompetitor tidak boleh dipilih hanya karena memiliki volume pencarian tinggi.
Periksa apakah intent-nya sesuai dengan jenis website dan tujuan halaman yang akan dibuat.
Misalnya, keyword informational lebih cocok diarahkan ke artikel edukasi, sedangkan keyword transactional dapat lebih sesuai dengan halaman layanan.
Dasar pembagian intent dapat dipelajari melalui artikel Jenis-Jenis Search Intent.
Apa Itu Competitor Keyword Gap?
Competitor keyword gap adalah perbedaan cakupan keyword antara sebuah website dengan kompetitornya. Analisis ini digunakan untuk menemukan keyword yang sudah mendapatkan visibilitas pada website lain tetapi belum memiliki representasi yang memadai pada website sendiri.
Misalnya, beberapa kompetitor memiliki artikel berkualitas mengenai suatu subtopik yang relevan, sedangkan website sendiri belum pernah membahasnya.
Kondisi tersebut dapat menunjukkan peluang, tetapi keputusan membuat konten tetap harus mempertimbangkan:
- relevansi dengan website
- search intent
- kualitas topik
- kemampuan memberikan informasi yang bermanfaat
- apakah sudah ada halaman serupa
Competitor Keyword dalam Keyword Research
Analisis kompetitor merupakan salah satu metode untuk memperluas daftar keyword.
Keyword yang ditemukan kemudian dapat digabungkan dengan data dari:
- Google Search Console
- Google autocomplete
- related searches
- People Also Ask
- tools keyword research
- pertanyaan pelanggan
Seluruh kandidat tersebut kemudian disaring dan dianalisis sebelum digunakan dalam strategi konten.
Proses dasarnya dapat dipelajari pada artikel Cara Melakukan Keyword Research.
Competitor Keyword dan Keyword Clustering
Analisis kompetitor dapat menghasilkan banyak keyword. Keyword tersebut tidak sebaiknya langsung diterjemahkan menjadi artikel satu per satu.
Lakukan pengelompokan berdasarkan topik dan search intent terlebih dahulu.
Beberapa variasi keyword dapat berada dalam satu cluster dan ditargetkan melalui satu halaman jika memenuhi kebutuhan pencarian yang sama.
Pelajari prosesnya melalui artikel Keyword Clustering dalam SEO.
Competitor Keyword dan Keyword Mapping
Setelah keyword dikelompokkan, periksa apakah website sudah memiliki halaman yang sesuai.
Keyword dapat:
- dipetakan ke halaman yang sudah tersedia
- digunakan untuk memperbarui konten lama
- dijadikan halaman baru jika intent-nya berbeda
- ditunda jika tidak cukup relevan
Proses tersebut membantu mencegah pembuatan halaman baru secara berlebihan.
Pelajari tahap pemetaannya pada artikel Keyword Mapping.
Competitor Keyword dan Long-Tail Keyword
Kompetitor dapat menjadi salah satu sumber untuk menemukan long-tail keyword yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Website yang memiliki banyak konten biasanya mendapatkan visibilitas dari berbagai query spesifik. Query tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pertanyaan dan kebutuhan pengguna yang lebih detail.
Namun, jangan membuat artikel hanya karena kompetitor mendapatkan ranking untuk sebuah long-tail keyword. Periksa terlebih dahulu apakah keyword tersebut memiliki nilai dan fungsi yang jelas bagi website sendiri.
Karakteristik long-tail dapat dipelajari pada artikel Short-Tail Keyword vs Long-Tail Keyword.
Apakah Harus Menargetkan Semua Keyword Kompetitor?
Tidak. Strategi tersebut justru dapat membuat website kehilangan fokus.
Kompetitor mungkin:
- memiliki produk berbeda
- melayani pasar berbeda
- menargetkan negara berbeda
- memiliki model bisnis berbeda
- membahas topik yang tidak relevan dengan website kita
Karena itu, setiap keyword harus melalui proses seleksi sendiri.
Apakah Boleh Meniru Konten Kompetitor?
Analisis kompetitor bukan berarti menyalin judul, struktur, maupun isi artikel mereka.
Konten kompetitor dapat digunakan untuk memahami:
- jenis informasi yang tersedia di SERP
- subtopik yang sering dibahas
- kebutuhan pengguna yang belum terjawab
- format konten yang mendominasi
Setelah itu, buat konten berdasarkan riset sendiri dengan struktur, penjelasan, pengalaman, data, dan sudut pembahasan yang memberikan nilai bagi pengguna.
Competitor Keyword dan Keyword Cannibalization
Daftar keyword kompetitor yang besar dapat mendorong pembuatan terlalu banyak artikel jika tidak disaring.
Jika setiap variasi keyword dibuat menjadi halaman terpisah, website berisiko memiliki banyak halaman dengan search intent yang sama.
Karena itu, sebelum membuat halaman baru, periksa apakah topik tersebut sudah dibahas dan apakah terdapat risiko Keyword Cannibalization.
Cara Memilih Competitor Keyword yang Layak Ditargetkan
Keyword kompetitor yang layak dipertimbangkan sebaiknya memenuhi beberapa kriteria.
- Relevan dengan topik atau bisnis website.
- Memiliki search intent yang dapat dipenuhi.
- Memberikan manfaat bagi target pengguna.
- Tidak menduplikasi halaman yang sudah ada.
- Memiliki peluang yang realistis berdasarkan kondisi SERP.
- Dapat dibuat menjadi konten yang berkualitas.
Volume pencarian dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya dasar keputusan.
Kesalahan dalam Analisis Competitor Keyword
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- Menargetkan semua keyword milik kompetitor.
- Hanya melihat search volume.
- Mengabaikan search intent.
- Menyalin konten kompetitor.
- Tidak membedakan kompetitor bisnis dan kompetitor SERP.
- Membuat artikel baru untuk setiap keyword.
- Tidak memeriksa konten yang sudah tersedia.
- Menganggap data tools sebagai angka yang selalu akurat.
Competitor Keyword dalam Strategi SEO
Competitor keyword dapat menjadi sumber informasi yang berharga untuk memahami lanskap pencarian dalam sebuah industri. Analisis ini membantu menemukan topik yang belum dibahas, melihat pola kebutuhan pengguna, dan memperluas keyword research.
Namun, strategi yang baik bukan meniru seluruh keyword kompetitor. Setiap peluang perlu disaring berdasarkan relevansi, search intent, kondisi SERP, dan kemampuan website memberikan konten yang lebih berguna.
Dengan menggabungkan competitor analysis, keyword clustering, dan keyword mapping, website dapat mengembangkan konten secara lebih terarah tanpa harus mengejar setiap keyword yang ditemukan.
FAQ Competitor Keyword
Apa yang dimaksud dengan competitor keyword?
Competitor keyword adalah keyword yang digunakan atau mendapatkan visibilitas organik oleh website kompetitor dan dapat dianalisis untuk menemukan peluang keyword yang relevan bagi website sendiri.
Apakah kompetitor SEO sama dengan kompetitor bisnis?
Tidak selalu. Kompetitor SEO adalah website yang bersaing pada hasil pencarian untuk keyword yang sama, sedangkan kompetitor bisnis adalah perusahaan yang menawarkan produk atau layanan serupa kepada pasar yang sama.
Apakah semua keyword kompetitor perlu ditargetkan?
Tidak. Keyword tetap harus disaring berdasarkan relevansi, search intent, tujuan website, kondisi SERP, dan kemampuan menghasilkan konten yang bermanfaat.
Apakah boleh menggunakan keyword yang sama dengan kompetitor?
Boleh. Keyword pencarian tidak dimiliki oleh satu website tertentu. Namun, konten yang dibuat harus dikembangkan sendiri dan memberikan nilai bagi pengguna, bukan menyalin isi milik kompetitor.
Apakah analisis competitor keyword membutuhkan tools berbayar?
Tidak selalu. Analisis dasar dapat dilakukan melalui SERP, Google Search Console, autocomplete, dan sumber pencarian lainnya. Tools SEO dapat membantu mempercepat analisis dan menyediakan estimasi data tambahan.
Apa perbedaan competitor keyword dan keyword gap?
Competitor keyword mengacu pada keyword yang berkaitan dengan visibilitas kompetitor, sedangkan keyword gap lebih spesifik pada keyword relevan yang dimiliki atau diranking kompetitor tetapi belum tercakup dengan baik pada website sendiri.